Selasa, 12 Maret 2019

Catatan Kajian : Ujub Itu Ga Ajib



Ustadz Syafiq Riza Basalamah
Ballroom AD Premier
10 Maret 2019

Hari ini ada yang dilahirkan dan ada yang dimatikan
Ada yang dipecat dan ada yang naik jabatan
Semua telah diatur Allah sedemikian rupa.

Kalo cari teladan, teladanilah Rasulullah, bukan ustadz. Ustadz ga ada yang dijamin masuk surga.

Pernahkah antum merasa ujub?

Seharusnya bersyukur dan memuji Allah ini malah ke diri sendiri. Bangga dan sombong sama diri sendiri. Sibuk cari kesalahan manusia untuk merendahkan manusia.

Ujub itu merasa besar dengan dirinya amalnya ilmunya kesuksesan dirinya. Semua dinisbatkan kepada dirinya bukan kepada Allah.

Adab beragama dan adab berdunia. Islam ga hanya urus sholat, tapi juga gmn antum masuk pasar, bawa motor.

Ujub menyamarkan kebaikan n memperjelas keburukan. Dan orang itu akan terhalang dari kemuliaan.
Kalo ujub, lawannya adalah diri sendiri.
Kalo sombong itu sombong ke orang lain. Orang sombong akan menolak kebenaran. Ujub akan mengantarkan ke kebodohan tiada ujung.
Kalo orang ujub, semua kebaikan akan terhapus. Lalu, ujung akan mengantarkan ke kedengkian. Dan ini adalah bentuk syirik. 

Riya itu berkolaborasi dengan ujub. Karena Riya itu berarti minta dipuji dan disanjung oleh makhluk. Ujub berarti menyekutukan Allah dengan dirinya. sendiri.

Orang riya tidak iyyakanabudu wa iyyakanastain
Ornag ujub ndak minta tolong sama Allah. Karena udah ngerasa besar dan merasa bisa.  Seperti Qarun.
Kalo lagi naik motor, beraktifitas, teruslah berdzikir.

Contoh ujub : jumlah kita banyak, kita ga akan kalah. Ujub dengan jumlah.

Ada manusia yang menganggap dirinya telah beramal sholeh. Hati2. Jangan2 sholat belum diterima.

Penyebab ujub:
  1. ‌Ujub itu memandang diri dengan pandangan kesempurnaan. Dia lupa nikmat Allah. Kalo bercampur dengan meremehkan orang lain, jadinya sombong.
  2. Manusia itu lemah. Jangan hilang dan lupa dengan hal ini. Ilmu itu mewariskan ketaatan ketakwaan dan rasa takut.
  3. Orang ujub itu lemah rasa diawasi oleh Allah.
  4. Orang ujub itu sedikit sekali menerima nasehat. Kita semua perlu diberikan nasehat. Agar  terhindar dari ujub. Kalo semakin sholeh, ujub dengan kesholehannya.
  5. Niatburuk dan hati yang sempit. 
  6. Pujian manusia pada dia. Wah masyaallah antum orang baik. Ya dong hahahaT
  7. Tertipu dengan dunianya. Tertipu hawa nafsu.‌
  8. ‌Kurangnyatafakur n berpikir. Ini yang aku dapat nikmat ini tu dari siapa.
  9. Kurang bersyukur. Bersyukur itu perlu bantuan Allah. Doa lah ya Allah bantu aku bersyukur dan mengingat nikmatMu supaya ga ujub. al ahqaf ayat 15
  10. Kurang berdzikir. Jangan hanya kejar target aja dalam beribadah.
  11. Tidak mentadaburi Al Qur'an, ga ngaji sunnah.

Jenis2 ujub :
  1. ‌ujub dengan badannya sendiri. Memamerkan aurat.
  2. ujub dengan nasabnya. Saya ini cucunya fulan
  3. ujub dengan nasab dan jabatan. Saya punya ayah pejabat.
  4. ujub dengan jumlah yang banyak. Contoh : bangga dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Jumlah anak. Jumlah harta. Kelompok, dsb.j
  5. ujub dengan pendapatnya. Gimana mau menasehati orang yang amalnya salah tapi orang itu anggap amalan dia dah baik. Obatnya adalah belajar.
Ayunda Ibu Hamka
Jakarta, 10 Maret 2019.

Selasa, 31 Juli 2018

Jangan lupa hisab diri

Bismillahirrahmanirrahim

Sesungguhnya musibah itu datangnya bukan dari Allah, ujian adalah akibat dari tangan kita sendiri. Ya. Diri kita sendiri loh, bukan Allah, bukan orang lain. Allah berfirman :

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
QS. Asy Syuraa: 30

Ayat ini bener2 jadi perenungan untuk aku. Tamparan untuk, ayolah, muhasabah terus. Hisab terus dirimu sendiri (jangan ngehisab orang lain). Nah. Banyak kan dosamu?

Beneran. Takut sekali dan jangan sampe dosa kita malah jadi musibah buat kita dan orang2 yang kita sayang.

Semoga Allah menerima ampunan kita, ampuni dosa2 kita, ijabahi doa2 kita, jauhkan kita dari segala maksiat dan marabahaya. Aamiin aamiin ya rabbal'alamiin 💗

Jumat, 11 Mei 2018

Bekam Solusi Kehamilan

Kali ini mau cerita tentang sedikit perjalanan nda dalam menunggu si buah hati. Nda dan suami nikah 1 Maret 2013. Alhamdulillah 'ala kulli hal, Allah beri kami kesempatan untuk saling menumbuhkan rasa dan cinta (hahaha 😅) selama 4 tahunan. 4 tahun 2 bulan lebih tepatnya. Tanggal 29 April 2017, jadi hari pertama nda tahu bahwa nda hamil. Alhamdulillah bini'matihi tathimmussholihat 💗

Sebelum cerita tentang bekam, nda mau kasi tau dulu kalau dulu pernah juga sih nda ikut program hamil sama dokter, pijat2, minum atau makan ini itu. Qadarullah belum berhasil. Alhamdulillah Allah kasi jalan nda lewat berbekam. Fyi, dulu nda pernah nyoba promil di :
1. Dokter Prita di Jakarta Islamic Hospital di Pasar Rebo. (Januari - Maret/April 2014)
2. Dokter Triani Ismelia di RS Jakarta Medical Center di Warung Buncit. (Akhir 2014 sampai medio 2016)
3. Dokter Ika di RS Asri Siloam Duren Tiga. (Desember 2016)

Jadi, considering promil sama dokter yang udah tiga kali qadarullah, dan nda udah hafal treatment lalala nya, nda pun mikir ah yaudah deh stop aja dulu promilnya. Kalo yang sedang berjuang buat hamil pasti tau gimana obat2an hormonal promil dan treatment nya bener2 bikin emosi labil n badan juga ga beres. Dalam sehari kadang bisa ngabisin obat 10 sampai 12 butir. Kebayangkan gimana liver kita kerja keras buat ngecerna obat2an tadi 😥

Akhirnya di Januari 2017 nda bilang ke aa kalo nda mau serius berbekam lagi. Dulu pernah sih bekam tapinya ga Istiqomah suka bolong2 dan setengah2 gitu hehe...jadi buat yang kali ini bener2 nda seriusin pengen bekam biar  ngedetox racun2 di hati. Nah plus poinnya, kalo racun di hati dah didetox insyaallah penyerapan herbal maupun obatnya makin mantep hehe

Nda bekam di BRC Pasar Minggu (Bekam Ruqyah Center). Nda ambil paket yang 13 titik. 9 titik utama + 1 hati + 3 reproduksi. Nah disini kita juga disarankan untuk mengkonsumsi herbal secara teratur. Herbal yang nda konsumsi antara lain : Madu Pahit BRC, Jelly Gamat, Nigellive (Habattussauda+olive oil dalam bentuk kapsul) dan sari kurma. Diminum 3xsehari 2 sdm (atau kapsul), 1 jam sebelum makan supaya herbal tadi cepat diserap tubuh dan mengoptimalkan kandungannya. Terapisnya juga enak diajak ngobrol dan bebas mau tanya2.

24 April 2017, terakhir kalinya nda n aa bekam. Kebetulan aa lagi libur kantor, jadi aa nya ikutan. Waktu itu nda udah siklus hari ke 35, belum mens. Terapisnya keberatan buat ngebekam di titik reproduksi karena mana tahu nda udah hamil hehe masyaallah, dikirain udah hamil aja nda udah seneeng banged! Akhirnya 3 titik reproduksi switch deh ke titik masuk angin 😆

29 April 2017, nda testpack deh. Alhamdulillah bini'matihi tathimmussholihat 💗 positif! For the first time in my life, my testpack is positive! Alhamdulillah...semua bener2 Allah yang mampukan, Allah yang ijinkan... masyaallah...la haula wa laa quwwata illa billah 💗

Buat temen2 di luar sana yang sedang menanti keturunan, i feel you.  Nda doain semoga Allah mudahin dan lancarkan segala ikhtiar dan doanya. Aamiiin ❤️ kalo mau tanya2 lebih lanjut jangan malu2 yah buat comment or email hehe Semoga tulisan ini bermanfaat 💗

Rabu, 07 Oktober 2015

jangan lalaikan doa berikut


1. orang yang tertimpa penyakit namun ia lalai mengucapkan :

۞  أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

"Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
QS. Al-Anbiyaa : 83

Allah pun berfirman pada ayat setelahnya, QS. Al-Anbiyaa : 84

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ

"Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah."

2. orang yang sedang berduka namun ia lalai dari mengucapkan

 لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
QS. Al-Anbiyaa :87

Allah pun berfirman pada ayat setelahnya, QS. Al-Anbiyaa : 88

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman."

3. orang yang dilanda ketakutan, namun ia lalai dari mengucapkan:
حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ...

"...Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".
QS. Ali 'Imran : 173

Allah pun berfirman pada ayat setelahnya, QS. Ali 'Imran : 174

فَٱنقَلَبُوا۟ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌ وَٱتَّبَعُوا۟ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."

4. dan orang yang tertimpa tipu daya jahat, namun ia lalai dari mengucapkan

وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

"Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
QS. Al - Ghaafir : 44

Allah pun berfirman pada ayat setelahnya, QS. Al -Ghaafir : 45

فَوَقَىٰهُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِ مَا مَكَرُوا۟ ۖ وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرْعَوْنَ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ

"Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk."



ikhwahfillah...sesungguhnya sebaik-baik doa adalah yang ada pada Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam...untuk itu amalkanlah dan sering-seringlah membacanya...

sumber : ummihebat.blogspot.com

Selasa, 29 September 2015

WANITA MUSLIMAH DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP TETANGGA



Sebagai unit masyarakat terdekat dengan kita, tetangga mendapatkan posisi yang tinggi dalam agama Islam. Allah azza wa jalla berfirman:
“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.Dan, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya kalian…”
(QS. An-Nisaa’:36)

Nah, yang dimaksud tetangga dekat disini adalah tetangga yang masih memiliki hubungan nasab (darah) atau ikatan agama dengan kita. Sedangkan tetangga yang jauh adalah yang tidak ada hubungan darah maupun agama dengan kita. Lalu, maksud teman sejawat disini adalah teman dalam hal kebaikan (mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita teman-teman yang selalu mengingatkan kepada kebaikan dan menegakkan kebenaran..aamiin ya rabbal ‘alamiin). Ada banyak sekali hadits tentang hubungan bertetangga, salah satunya
“Senantiasa Jibril berpesan kepadaku tentang hidup bertetangga, sampai aku menyangka bahwa dia (tetangga) akan mewarisinya.”
(Muttafaqun Alaih)

Kemudian dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, juga disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia tidak menyakiti tetangganya.”

Ukhti muslimah yang saya cintai karena Allah…mudah-muudahan kita menjadi wanita muslimah yang senantiasa membuka dirinya terhadap hidayah Allah, memiliki hati yang lembut, pemurah, berperangai halus dan mencintai tetangganya serta memiliki kepekaan perasaan terhadap tetangganya. Sangat penting bagi kita untuk peka terhada hal yang dapat menyakiti perasaan maupun merusak kehormatan mereka. Cintailah kebaikan bagi tetangga kalian sebagaimana mencintai diri sendiri.

Rasulullah  bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, bahwasanya dalam berbuat baik kepada tetangga, utamakanlah yang lebih dekat terlebih dahulu sebagai wujud bahwa kita sangat memelihara perasaan tetangga kita, karena biasanya tetangga yang dekat memiliki hubungan, muamalah serta kekerabatan yang lebih kental.

Lalu, bagaimana halnya dengan tetangga yang jahat? Mereka akan hidup sengsara, kesulitan dan dijauhkan dari nikmat iman; dimana iman adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah pada manusia. Rasulullah telah bersumpah dalam hal ini dengan nama Allah sebanyak tiga kali.
“Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. ‘Ditanyakan kepadanya, “Siapakah dia itu ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Yaitu, orang-orang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.”
(Muttafaqun Alaih)


Wanita muslimah hendaklah bersabar dengan perlakuan tetangga yang menyakitkan dan menghadapi perlakuan tersebut dengan cara yang baik. Semoga kelak menjadi teladan pula hendaknya bagi tetangga lainnya. Mudah-mudahan kita dapat menjadi tetangga yang baik dan senantiasa dalam lindungan Allah…

Rabu, 15 Oktober 2014

Ilmu Bersyukur

tulisan ini merupakan ulasan dari kajian yang disampaikan oleh Ustad Ahmad Zainuddin Lc yang saya tonton di Rodja TV (Channel 719 Big TV). untuk menguasai ilmu bersyukur, satu hal yang harus kita lakukan adalah mengenali nikmat-nikmat yang Allah berikan. sifat khilaf yang tentu manusiawi, godaan setan serta hawa nafsu telah membuat kita dibutakan dari nikmat dan karuniaNya. ada beberapa nikmat terbesar dalam kehidupan seorang insan yang telah diberikan oleh Allah ta'ala, diantaranya :

1. Allah memberikan kita hidayah untuk beribadah, memberikan hati pikiran serta jiwa kita keterbesitan untuk melaksanakan ibadah serta Allah memberikan kita kemudahan untuk melaksanakan ibadah. nikmat ini lebih besar dari harta emas dan perak. sebagai kaum muslimin, kita hendaklah selalu berdoa dan memohon ketetapan hati dalam beribadah kepadaNya.  salah satu doa yang bisa kita praktekkan adalah:

"Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diinik"
artinya : Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamaMu.
HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz-Dzahab.

2. Nikmat bahwa kita tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat. entsh itu berzina, khamr, judi (segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. kita sering bersedih ketika kita belum diberikan Allah kelimpahan rejeki, lantas kita pun lupa dengan janji Allah bahwa mungkin sesuatu kelihatan buruk bagi kita padahal sebenarnya hal tersebut sangat baik untuk kita. cobalah berpikir positif dan lihat sisi baiknya. Allah sedang melindungi kita dari maksiat yang mungkin kita lakukan dengan harta yang berlimpah. mungkin kita bisa menggunakan kelimpahan tadi untuk berjudi, minum khamr dan perbuatan yang dimurkai Allah lainnya. bersyukurlah dan perbanyak syukur karena sesungguhnya Allah telah berjanji akan menambahkan nikmatNya pada hamba yang bersyukur, bukan?

3. nikmat sehat. nikmat sehat dan nikmat waktu luang merupakan nikmat terbesar namun selalu membuat manusia tertipu olehnya. berapa banyak hal yang dapat kita lakukan tatkala kita sehat dan punya waktu luang? apakah nikmat tersebut sudah kita manfaatkan untuk meng-upgrade iman kita? atau hanya terbuang sia-sia.

perbanyaklah mengenal nikmat karena dengan mengenalnya, bi idznillah, kita akan terhindar dari kufur nikmat. lihat keadaan sekitar dan berhentilah membandingkan nikmat yang ada di diri kita dengan orang lain. mulailah mensyukuri hal-hal yang telah didapat, menikmati setiap kesyukuran dan ucapkanlah selalu "alhamdulillah". semoga Allah selalu menambah nikmat dan karuniaNya untuk kita para hambaNya. aamiin ya mujibbassa'iliin.

Selasa, 14 Oktober 2014

Rela Menerima Qadha dan Qadar

Rela menerima qadha dan qadar Allah berarti tidak terkejut dengan segala ketetapan yang telah Allah berikan. Tetap gembira, tenang dan mengucapkan "Alhamdulillah" dalam menghadapi segala urusan dunia. Rela dan ridho terhadap keputusan Allah termasuk salah satu rukun iman, sehingga iman seorang muslim dapat dikatakan sempurna jika telah ridho terhadap baik dan buruknya keputusan Allah. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim diterangkan bahwa Jibbril bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam perihal Islam kemudian iman. "Apa itu iman?" Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, "(yaitu) kamu beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul dan hari kiamat, serta beriman kepada ketentuan baik dan buruknya."

Ada masa-masa sebagai manusia yang khilaf dengan mudahnya kita berkata "Andai saja begini, maka tentu akan begitu". Sesungguhnya perkataan "andai" dan "jika" membuka pintu bagi setan untuk memperdaya hati kita untuk tidak rela dengan keputusan Allah. Ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang diidamkan oleh hati kita, hendaklah kita berkata :
Qadarullah wa maa sya'a fa'al
artinya : Segala yang terjadi berasal dari ketentuan dan kehendak Allah.

Adanya hal buruk yang menimpa diri kita janganlah dianggap karena kita telah berbuat salah ataupun kesalahan yang telah diperbuat malah menimpakan musibah. Segala sesuatu telah terjadi berdasarkan qadha dan qadar Allah, maka semua urusan adalah baik. Jika hal tersebut adalah hal yang baik, maka perbanyaklah bersyukur kepada Allah yang telah memberi sehingga kita termasuk orang-orang yang bersyukur. Jika ditimpa kesedihan, maka hendaklah kita bersabar sehingga kita termasuk orang yang bersyukur. Sebagaimana yang telah Allah janjikan dalam Surat Az-Zumar ayat 10 :
"Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Rabu, 25 September 2013

Menjadi Bermanfaat : Kenapa Engga?!

Menjadi Muslim Produktif : Kenapa Engga?!

Ikhwah fillah..
Ada salah satu hadist yang menjadi semacam motto bagi suami saya tercinta yang membuat saya ingin menuliskannya di postingan blog kali ini. begini bunyi hadist tersebut:
خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah) 

Menjadi pribadi yang bermanfaat :) bukan berorientasi menjadi pribadi yang kaya raya, cerdas, karir cemerlang dan memiliki ketampanan fisik yang sempurna. definisi kata "bermanfaat" sendiri menurut KBBI adalah menjadi sesuatu yang berguna, berfaedah dan memberikan keuntungan. menjadi pribadi yang bermanfaat dalam kaitannya sebagai makhluk Allah, menurut saya, adalah menjadi makhluk yang memberikan guna, faedah dan keuntungan bagi sesama dan lingkungannya yang semata-mata diniatkan untuk mendapatkan ridho Allah.

Islam memberikan aturan sebagai pegangan dalam segala aspek kehidupan manusia, mengutamakan nilai-nilai produktivitas secara sempurna. Produktivitas inilah yang dimaksudkan sebagai kebermanfaatan. Produktif dalam menghasilkan sebuah karya ataupun produktif dalam mengasilkan  peningkatan serta perbaikan diri dan masyarakat. Oleh karena itu, produktifitas di sini didefinisikan sebagai semua hal yang mengandung nilai-nilai kebaikan (khairiyyah).

Allah swt berfirman:
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”
(QS Al-Hajj : 77)

Kemauan dan niat karena Allah menjadi modal dasar bagi kita untuk berupaya menjadi muslim yang produktif. apapun kondisi kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada kita, kita tetap bisa berkontribusi dan memberi manfaat yang lebih besar. kuncinya terletak pada pertanyaan : apakah kita mau menjadi pribadi yang bermanfaat?

kemudian setelah memiliki modal kemauan dan niat yang ikhlas karena Allah, maka segeralah merealisasikan tujuan anda tadi. contoh paling sederhananya adalah dengan share artikel ini pada teman-teman facebook maupun follower twitter para pembaca. lakukanlah mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini :)

ketika kemauan, niat dan keinginan anda tersebut mulai terwujud, maka jadikanlah kebermanfaatan tadi sebagai gaya hidup para pembaca. tentu ketika produktifitas menjadi gaya hidup maka semuanya akan terasa semakin ringan dan barokah. Firman Allah :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya
(QS. Al Zalzalah:7)

Kemudian Aisyah juga pernah menceritakan bahwa suatu waktu Rasulullah saw pernah ditanya mengenai amalan yang paling dicintai oleh Allah, Maka Rasul pun menjawab: ”Yang dilakukan secara terus menerus, walaupun sedikit” (al-Hadits).

Semangat!!!

Note : tulisan ini terinspirasi dari percakapan saya dan suami tentang visi kami dalam dan selama menikah.. he inspires me a lot!jazakallah bil khair, suamiku sayang..i love you :)

Kehidupan : Berserah atau Menyerah?



Hidup itu tidak akan sepenuhnya selalu bahagia dan tidak akan selalu sedih juga. Selalu ada keseimbangan yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya karena Allah mempunyai sifat Maha Adil. Kita sering melihat ada orang yang memiliki harta berlimpah, keluarga yang bahagia dan kerabat yang banyak, namun Allah memberinya penyakit yang membuatnya tidak dapat berbuat apa-apa. Kemudian di sisi lain, ada orang yang mungkin bias dikatakan hartanya tidak banyak, keluarga yang biasa-biasa saja, namun memiliki fisik yang kuat. Setiap makhluk pasti diberikan ujian oleh Allah. Tentu saja ini dengan sebuah tujuan agar makhluk tersebut selalu mendekatkan diri kepada Allah, selalu mengingat bahwa bagaimanapun ia hanyalah seorang hamba yang harus selalu bersandar pada Rabb-nya, yang percaya bahwa memang benar Allah akan selalu ada untuk makhluk yang memang sungguh beriman pada-Nya.

Sering kita berpikir bahwa kita adalah orang yang sangat tidak beruntung di dunia ini. Apalagi saat menginjak usia remaja, masa-masa pencarian jati diri. Semua terasa membebani dan berat. Seiringnya tumbuhnya kita, kita akan melalui banyak ujian. Lewat dari satu ujian, maka akan datang ujian lainnya. Hidup memang tidak akan pernah luput dari ujian. Namun, saya yakin dan percaya bahwa ini semua tergantung bagaimana kita menyikapinya sebagai makhluk ciptaan Allah.

Ada satu firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya “Allah tidak akan menguji seseorang diluar batas kemampuannya”. Ayat ini menjadi penguat bagi saya bahwa apapun yang dialami oleh seorang hamba, seberat apapun ujian yang ditimpakan kepadanya, pasti ia sanggup melampaui ujian tersebut. Karena jelas bahwa Allah telah berjanji dalam Al-Quran bahwa setiap ujian yang diberikan kepada makhluk pastilah sesuai kemampuan makhluk-Nya.

Nah, letak permasalahannya adalah manusia memiliki sifat terburu-buru. Ingin semuanya cepat selesai dan yah tentu mengembalikan keadaan yang membuat hatinya merasa nyaman dan tidak terusik. Allah menguji kita tentu saja ada tujuannya dan kita sebagai makhluk juga harus selalu mengevaluasi diri. Apa yang membuat kita mengalami ujian tersebut? Apakah ini adalah punishment atas perbuatan di masa lalu? Apakah hati kita sudah bersih dari penyakit hati? Terus dan teruslah evaluasi diri agar nanti sampai pada kesimpulan dan keyakinan bahwa Allah pasti menguji kita sesuai dengan kemampuan kita, yakin bahwa Allah akan terus bersama kita karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan yakinlah bahwa kondisi apapun yang Allah berikan pada kita merupakan kondisi terbaik untuk kita. Allah memberikannya agar kita benar-benar menjadi hamba-Nya yang beriman, yang berserah diri dan ikhlas.



Selasa, 24 September 2013

Kisah Inspiratif Ibunda Risdayati : Jadilah Pribadi yang Bermanfaat

Siang kemarin saya menonton sebuah program berita siang yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta nasional. yang menjadikan acara nonton siang saya  berbeda pada saat itu adalah tayangan tentang perlakuan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang dilakukan oleh seorang dokter di Kota Pekanbaru, Riau. menariknya lagi adalah yang memperjuangkan ketidakadilan ini merupakan salah satu dosen favorit saya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UR). beliau adalah ibunda Risdayati

Ketertarikan saya pun membuat saya ingin mencari tahu lebih jauh lagi tentang kasus tersebut dari beliau. bunda risda pun bercerita bahwa LSM tempat bunda bernaunglah yang menangani kasus tersebut. beliau memaparkan betapa tidak manusiawinya perlakuan sang dokter terhadap PRT-nya yang masih di bawah umur. hampir di seluruh tubuh anak tersebut ditemukan bekas luka "digunting". astaghfirullahal'adzim, geram memang melihat perlakuan dokter tersebut. ditambah lagi penanganan yang setengah hati dari pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus tersebut. 

Ikhwah fillah..
Ada satu hal yang menarik menjadi pelajaran bagi saya dan untuk kita semua dari kisah inspiratif bunda Risda. apakah arti sebuah kesuksesan sementara kita tidak bermanfaat bagi orang lain. menjadi pribadi yang cerdas, kaya, tampan dan cantik memang diinginkan oleh semua orang, namun ini bukanlah hal penting yang harus kita raih sebagai manusia.

Rasulullah SAW bersabda:
خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah) 

Bunda Risda adalah potret seorang muslimah yang berupaya untuk memberdayakan diri dan orang-orang disekitarnya untuk menjadi pribadi yang memberi manfaat sebesar-besarnya pada sesama. beliau memberikan waktu, nasehat, ide serta tenaganya untuk memperjuangkan seseorang yang teraniaya. Kasus penganiayaan terhadap PRT ini saya yakin adalah satu dari banyak hal besar lainnya yang dilakukan oleh bunda Risda. beliau tidak hanya mengajarkan para mahasiswanya tentang ilmu Sosial, beliau mengajarkan dan mendidik mahasiswanya tentang apa arti sosial sebenarnya. bahwa dengan jiwa sosial yang tinggi, dapat memberi manfaat bagi sesamanya.

Semoga Allah memberkahi dan melipatgandakan kebaikan-kebaikan bunda Risda :) allahumma aaamiin...








Kamis, 19 September 2013

Hadist tentang Manajemen Sedekah


Manajemen Sedekah..mungkin beberapa pembaca ada yang bertanya-tanya tentang, ada apa dengan sedekah?kenapa sedekah harus di-manage?tenang..anda tidak sendirian..saya pun juga bertanya-tanya dalam hati saya tentang makna apa yang terkandung dalam manajemen sedekah..

Marilah kita bersama-sama membuka kitab Bulughul Maram pada Bab Shadaqah Tathauwu'..sedekah yang sunat, bukan wajib

1. Hadist No.650
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اَللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ.... ) فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ وَفِيهِ: ( وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya:


Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tujuh macam orang yang akan dilindungi Allah pada hari yang tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya - kemudian ia menyebutkan hadits dan didalamnya disebutkan - orang yang bersedekah dengan sedekah yang ia tutupi sehingga tangannya yang kiri tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya."
[Muttafaq Alaihi]

2. Hadist No.653

وَعَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْيَدُ اَلْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اَلْيَدِ اَلسُّفْلَى, وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ, وَخَيْرُ اَلصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى, وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اَللَّهُ, وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اَللَّهُ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

Artinya: 


Dari Hakim Ibnu Hazm Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima); dan mulailah dari orang-orang yang banyak tanggungannya; dan sebaik-baik sedekah ialah yang diambil dari sisa kebutuhan sendiri, barangsiapa menjaga kehormatannya Allah akan menjaganya dan barangsiapa merasa cukup Allah akan mencukupkan kebutuhannya."
[Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.]

3. Hadist No.655
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( " تَصَدَّقُوا " فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, عِنْدِي دِينَارٌ? قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " أَنْتَ أَبْصَرُ ". ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Artinya:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bersedekahlah." Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Beliau bersabda: "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu berkata: Aku mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Kamu lebih mengetahui penggunaannya."
[Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim]

to be continued...




Rabu, 18 September 2013

Kekuatan Doa Orang Tua



Dr. Abdullah Aidh Al-Qarni, seorang penulis buku best seller “La Tahzan”, mengungkapkan dalam bukunya sebagai berikut:

Salah satu pintu kebahagiaan terbesar adalah doa orang tua. Berusahalan mendapatkan doa itu dengan berbakti pada orang tua, agar doa tersebut menjadi benteng dari semua hal yang tidak kamu sukai.

Doa merupakan kunci sukses dunia akhirat. Kekuatan doa menyatakan tentang lemahnya kita seorang hamba dan bentuk keimanan kita terhadap Sang Khalik. Mengutip pendapat Imam Ghazali dalam buku Ihya ‘Ulumuddin bahwa semakin tinggi target yang ingin dicapai, maka semakin sulit jalan yang harus ditempuh, semakin banyak hambatan yang harus kita lalui, maka semakin lama waktu yang dicapai. Segala hal yang terjadi adalah kehendak-Nya. Tidak ada satu pun yang luput dari pengamatannya. Allah yang Maha Kuasa dan Allah yang Maha Menetapkan. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad menyatakan bahwa :

Siapa yang enggan berdoa kepada Allah, maka Allah akan murka padanya.”

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, sebagaimana Firman-Nya dalam Q.S Al-Mukmin ayat 60 :

Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’”.

Dalam hadist lainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, ditegaskan bahwa orang tua memiliki keistimewaan dalam kemustajaban doanya. 

Tiga kategori doa yang dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan doa seorang musafir (yang bepergian untuk maksud dan tujuan baik)

Jangan pernah sepelekan kekuatan doa orang tua, khususnya doa mama. Saya selalu mengalami dan merasakan luar biasanya doa mama. Saat akan melakukan hal-hal penting saya pasti meminta bantuan doa mama dan papa. Tidak ada yang lebih tulus, murni dan ikhlas termasuk doa selain dari orangtua.

Jika para pembaca masih tinggal bersama orang tua, datangi dan mintalah doa setulus hati dari mereka. Bagi para pembaca yang tinggal jauh dari orang tua, telponlah mereka. Kalau merasa masih malu-malu, minimal bbm atau sms mereka. Minta maaflah atas kesalahan dan kekhilafan yang telah pembaca lakukan dari lahir hingga detik ini. Mintalah ridhonya. Saya sangat yakin, orang tua para pembaca tentu akan berdoa sesuai dengan harapan pembaca. Percayalah akan kekuatan ketulusan hati orang tua akan memudahkan kehendak dan pertolongan Allah hadir dalam kehidupan para pembaca sekalian.

Kita berdoa, orang tua berdoa. Maka in shaa Allah, Allah akan segera mengabulkan permohonan kita. Begitulah dahsyatnya doa orang tua. Rasakanlah kedahsyatannya. Bukankah untuk mencapai sesuatu kita harus berusaha dan mendapatkan ridho Allah, dan untuk menggapai ridho Allah adalah dengan doa. Doa yang memiliki kekuatan luar biasa adalah doa orang tua. Ayo segeralah :)