Tampilkan postingan dengan label hubungan internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Kisah Inspiratif Ibunda Risdayati : Jadilah Pribadi yang Bermanfaat

Siang kemarin saya menonton sebuah program berita siang yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta nasional. yang menjadikan acara nonton siang saya  berbeda pada saat itu adalah tayangan tentang perlakuan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang dilakukan oleh seorang dokter di Kota Pekanbaru, Riau. menariknya lagi adalah yang memperjuangkan ketidakadilan ini merupakan salah satu dosen favorit saya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UR). beliau adalah ibunda Risdayati. 

Ketertarikan saya pun membuat saya ingin mencari tahu lebih jauh lagi tentang kasus tersebut dari beliau. bunda risda pun bercerita bahwa LSM tempat bunda bernaunglah yang menangani kasus tersebut. beliau memaparkan betapa tidak manusiawinya perlakuan sang dokter terhadap PRT-nya yang masih di bawah umur. hampir di seluruh tubuh anak tersebut ditemukan bekas luka "digunting". astaghfirullahal'adzim, geram memang melihat perlakuan dokter tersebut. ditambah lagi penanganan yang setengah hati dari pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus tersebut. 

Ikhwah fillah..
Ada satu hal yang menarik menjadi pelajaran bagi saya dan untuk kita semua dari kisah inspiratif bunda Risda. apakah arti sebuah kesuksesan sementara kita tidak bermanfaat bagi orang lain. menjadi pribadi yang cerdas, kaya, tampan dan cantik memang diinginkan oleh semua orang, namun ini bukanlah hal penting yang harus kita raih sebagai manusia.

Rasulullah SAW bersabda:
خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah) 

Bunda Risda adalah potret seorang muslimah yang berupaya untuk memberdayakan diri dan orang-orang disekitarnya untuk menjadi pribadi yang memberi manfaat sebesar-besarnya pada sesama. beliau memberikan waktu, nasehat, ide serta tenaganya untuk memperjuangkan seseorang yang teraniaya. Kasus penganiayaan terhadap PRT ini saya yakin adalah satu dari banyak hal besar lainnya yang dilakukan oleh bunda Risda. beliau tidak hanya mengajarkan para mahasiswanya tentang ilmu Sosial, beliau mengajarkan dan mendidik mahasiswanya tentang apa arti sosial sebenarnya. bahwa dengan jiwa sosial yang tinggi, dapat memberi manfaat bagi sesamanya.

Semoga Allah memberkahi dan melipatgandakan kebaikan-kebaikan bunda Risda :) allahumma aaamiin...








Jumat, 28 Juni 2013

Feminisme : Pandangan Islam VS Teori Hubungan Internasional

Feminisme adalah sebuah kata yang diambil dari kalimat Perancis (féminisme) dan berasal dari kata Latin (femind), kemudian mengalami sedikit perubahan. Dalam bahasa Inggris dan juga Jerman, kata itu mempunyai arti yang sama. Feminine (feminim) bermakna wanita atau jenis perempuan. Istilah Feminisme dapat digunakan untuk dua makna. Makna pertama adalah makna yang telah digunakan secara umum dan telah dikenal, yakni sebuah pemikiran dan kebangkitan untuk membela hak-hak wanita atas laki-laki dalam dimensi sosial, ekonomi dan politik. 


Gagasan feminis muncul dengan sejumlah gugatan atas kemapanan studi HI yg dianggap male-bias. Kaum feminis menuntut keseimbangan peran antara pria dan wanita dalam kehidupan masyarakat internasional. Pemikiran ini muncul sebagai kritik terhadap pemikiran mainstream tradisional yang masih mengedepankan state-centric. Sebagaimana pemikiran post-positivist lainnya, feminisme membawa semangat emansipatoris sebagai topik the third debate dalam kajian hubungan internasional.


Mary Wollstonecraft (1759-1799) dalam tulisannya, “Vindication of the Rights of Woman”. Wollstonecraft menuturkan bahwa manusia adalah spesies yang rasional yang dapat menentukan tindakan-tindakannya sendiri. Oleh sebab itu, feminism liberal mengadvokasi kehidupan perempuan yang otonom. Moral bagi feminis liberal tidak ditetukan oleh keluarga, negara, ataupun agama. Tapi setiap perempuan dapat betindak menurut pilihannya sediri asal tidak melawan hukum. Sungguh hal ini bertentangan dengan Islam. Hukum lebih ditakuti ketimbang agama. Naudzubillah...


Feminisme dijual dengan kemasan perjuangan perempuan, pembebasan wanita dan muncullah jargon keseteraan gender. Mereka seolah telah berjuang untuk wanita, peduli akan nasib golongan putri. Sehingga tak pelak lagi anak remaja kini termakan opini tadi. Ini yang mesti kita para keluarga muslim hadapi dengan bijaksana dan hati-hati. Tidak bisa dipungkiri laki-laki dan wanita memang berbeda, ini sunnah ketetapan Sang Pencipta. Perbedaan peran,  perbedaan fisik, tugas serta spesifikasi antara dua jenis kelamin manusia sudah dibawa secara fitrah sejak lahir. Sungguh tidak masuk akal (bagi akal yang sehat dan logis) jika ada yang berkata tak ada pembagian tugas baku antara keduanya, seperti pendapat kaum feminis.

Pembagian peran dan tanggung jawab sosial membawa implikasi pada perbedaan dalam berbagi bidang lain yang terkait dengan kehidupan rumah tangga. Ini yang diperangi para feminis. Berarti feminisme melanggar sunnatullah. Apapun kalau melanggar sunnatullah pasti berakibat pada pergeseran keseimbangan. Timpanglah kehidupan rumah tangga, kehidupan bermasyarakat dan seterusnya. Akhirnya timbul kekacauan.

Sumber : 

Catatan Perkuliahan Pribadi Penulis saat berkuliah di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau 2007-2011

Apakah Feminisme itu? http://islamquest.net/id/archive/question/fa295

Feminisme, Kebaikan atau Kejahiliyahan? http://www.arrahmah.com/read/2011/12/19/16886-feminisme-kebaikan-atau-kejahiliyahan.html

image http://www.onislam.net/english/oimedia/onislamen/images/mainimages/India%20Muslim%20Women%20Demand%20Qur%E2%80%99anic%20Laws.jpg