Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

10 Wasiat untuk Wanita Sholehah




1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah..! jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:Aku mohon ampun kepada Allah! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

- Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

- Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.

- Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman :”Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan(QS. Al Hujurat: 11).

- Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda: Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya (HR. Muslim).

- Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

- Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda: Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).

- Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.

- Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).

- Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.


2. Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda: Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4. Bersikap qanaah (merasa cukup)

Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.

Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu anhunna. Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu?? Ia berkata pada suaminya: “Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka”

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu’anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama: Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.

Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya (HR. Bukhary dalam An-Nikah).

Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.

Wallahu amlam bish showab…

- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2011/10/15/15788-10-wasiat-untuk-wanita-sholehah.html#sthash.mDw3ns9P.dpuf

Rabu, 03 Juli 2013

Tabarruj


Pagi ini pandanyonyo akan sharing tentang #tabarruj di timeline twitter-nya pandanyonyo +Pandanyonyo pandanyonyo :D pantengin yah sobat :D

#tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak)
#tabarruj : berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, leher, dada, dan anggota tubuh lainya dan jewelry

#tabarruj menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki (imam asy-syaukani)

bukankah Allah telah berfirman dalam QS Al-Ahzaab ayat 33:


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ 
الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا 

Artinya:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” #tabarruj

#tabarruj sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian merupakan kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu..naudzubilah


Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebab terjadinya keburukan bagi para wanita..dan #tabarruj merupakan salah satu penyebab terjadinya keburukan bagi para wanita..

ayo muslimah sholeha, makin dijaga yah dirinya :) karena kita begitu berharga :D say no to #tabarruj

sumber : Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di, tema : #tabarruj
image : http://darkened-eyes.blogspot.com/2013/06/what-is-tabarruj_2.html

Jumat, 28 Juni 2013

Bahaya Pandangan Materialistis dan Hedonisme terhadap Umat Muslim

Pandangan materialistis saat ini telah banyak menerpa kehidupan manusia, terutama umat muslim. Yaitu mengedepankan cara pandang tentang kehidupan yang hanya terbatas pada usaha untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia fana ini, sehingga aktifitas hidup yang dijalankan hanya berkisar pada masalah bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan ekonomi, membangun rumah dan gedung, memenuhi kepuasan hidup dan hal-hal lain yang bersifat duniawi, tanpa memikirkan akibat dan sikap yang seharusnya dilakukan. Seolah menganggap, bahwa kebahagiaan hidup hanya bisa diraih dengan harta. Alhasil, pandangan materialistis ini mengusik keharmonisan dan ketenangan rumah tangga seorang muslim. Melalaikan tujuan inti penciptaannya, penghambaan diri kepada Allah semata dalam setiap aspek kehidupannya. Sebagai efeknya, tak jarang wanita juga ikut bekerja membanting tulang, mengerahkan segala cara untuk mendapatkan harta yang banyak. Dalam benaknya, yang berkembang hanya bagaimana bisa menguasai dunia dengan harta berlimpah, seolah kebahagiaan dan ketenangan bergantung dengan harta, sebagaimana dalam firman Allah berikut ini :

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Artinya:

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

[QS. Asy - Syura : 27]


Selain pandangan materialistis, banyak remaja umat Islam yang mengalami penyakit hedonisme. Gemar berhura-hura demi kenikmatan dunia yang sesungguhnya bersifat sesaat. Tidak memikirkan lagi mana yang haram dan mana yang halal. Materialistis dan hedonisme memang merupakan rekanan, setali tiga uang istilahnya. Mengumpulkan kekayaan duniawi demi kepuasan serta prestise yang tentu saja hal ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kebahagiaan jannah yang telah dijanjikan oleh Allah. Kesempitan dalam rizki bukanlah suatu kehinaan, dan kelapangan dalam rizki bukanlah suatu keutamaan. Segala apa pun yang diperbuat Allah akan selalu dalam bingkai “maslahat”, meskipun itu bukan suatu keharusan bagi Nya. Allah maha tahu atas apa yang terbaik dan yang dibutuhkan hambanya. Seorang mukmin dianugerahi kelapangan rizki, karena Allah tahu bahwa itu yang terbaik untuknya. Andai saja ia diberi kesulitan dalam hal rizki, mungkin justru ia akan berbuat kerusakan. Dan seorang mu’min dianugerahi kesempitan dalam rizki, karena Allah pun tahu bahwa itu yang terbaik untuknya. Andai saja ia diberi kelapangan rizki, mungkin justru ia akan berbuat kerusakan. Menyesatkan dirinya sendiri dan melalaikan tugasnya sebagai hamba Allah.


Segala bentuk keindahan di dunia janganlah dijadikan sebagai tujuan utama kita. Jangan sampai kita terjangkit penyakit wahn, yakni kelemahan umat Islam cinta kepada dunia dan takut kepada kematian. 



عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم -  يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَىعَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا . فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ . فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ  حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ


Artinya :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” 
[HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud]


Gaya hidup seorang muslim tentu harus didasari oleh Al Qur’an dan Sunah, dan menjauhi pedoman, tujuan serta dasar hidup yang lebih mengutamakan kebendawian (pragmatis). Perubahan zaman yang semakin pesat dan mengikuti pola perkembangan sosial yang ada, orientasi kehidupan kaum muslimin semakin hari semakin jauh dari tuntunan Islam. Hal ini karena masyarakat khususnya kaum muslimin tak mengerti dan faham akan definisi dan makna gaya hidup. Ingatlah selalu bahwa dunia merupakan tempat singgah, bercocok tanam. Kita tidak akan menetap lama di dunia ini. Akhirat merupakan tujuan pasti. Gunakan dunia sebagai sarana perbekalan untuk di akhirat kelak.

Sumber:
Rahasia Allah atas si Kaya dan si Miskin (Tafsir QS. Asy-Syura 19-28)
http://lbm.lirboyo.net/rahasia-allah-atas-si-kaya-dan-si-miskin-tafsir-qs-asy-syura-19-28/
Dr. Amir Mahmud al-Maruf: Gaya Hidup Muslim Jauh Dari Tuntunan Islami
http://www.voa-islam.com/news/upclose/2013/03/20/23656/dr-amir-mahmud-almaruf-gaya-hidup-muslim-jauh-dari-tuntunan-islami/

Video Ceramah Singkat: Dunia Hanya Sementara - Ustadz Abuz Zubair Hawaary, Lc. - Yufid.TV http://www.youtube.com/watch?v=ldh5QcBMACU

Rabu, 26 Juni 2013

Manajemen Umur Muslim Hebat

Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah..finally selese juga baca buku Manajemen Umur..barakallahu..buat posting kali ini nda bakalan ngebahas secara ringkas isi buku tersebut..buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca. Kutipan riwayat hadits-hadits yang mendukung, juga cukup jelas. Intinya lagi, buku ini memberikan perspektif baru tentang umur produktif dan persoalan yang berkaitan di dalamnya.


Bab Pertama buku ini membahas tentang urgensi dan pengertian umur panjang. Bab Kedua membahas tentang amal yang dapat memperpanjang umur. Bab Ketiga membahas kiat-kiat menjaga umur agar senantiasa produktif.

Sebagai seorang muslim,kita harus punya orientasi,tujuan hidup hanya untuk beribadah pada Allah,meningkatkan kualitas diri dengan amal shalih, supaya dapet rahmat Allah dan final goal nya ya masuk surga donk :D aamiin yaa Rabb..nah,umur rata2 manusia jaman sekarang tuh hanya 60-70 tahun..dengan 20-25 tahun masa produktif..sepertiga dari umur manusia digunakan untuk tidur (dengan asumsi tidur 8 jam di setiap harinya),2/3 lainnya digunakan untuk melakukan hal-hal mubah (berpahala engga,berdosa juga engga; seperti makan,minum,tidur,jalan2,mempelajari disiplin ilmu umum, menghibur diri,dll). See..perkara mubah dan tidur bener-bener menghabiskan umur kita..nah kita harus meniatkan amalan mubah tadi untuk meningkatkan ketakwaan dan ngehindarin diri dari kemaksiatan..so,kita bakalan pahala :D nah!bonus banged kan itu!

Well..sebanyak apapun amal yg kita lakuin,jatah umur ci tetep segitu ajah..wallahualam sepanjang or sependek apapun jatah umur yang telah tertulis untuk kita,kita harus pandai dalam me-manage umur kita..tujuannya tentu saja agar umur kita menjadi barokah..ada empat hal secara garis besar cara mencapai hal tersebut:
- Akhlak mulia
- Melakukan amalan dengan pahala ganda (banyaak bgd contoh amalan ganda; contoh paling gampang adalah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali,itu sama dengan menamatkan Al-Qur’an)
- Melakukan amalan jariyah
- Memanfaatkan waktu

Supaya pemanfaatan waktunya makin berasa,makin produktif; maka ada empat hal juga diantaranya yang bisa kita lakuin..insya Allah,it’s so easy to do :D
- jangan ngelakuin dosa yang menghapus kebaikan 
- jangan bangga n ketipu sama banyaknya amalan; inget,keselamatan amal ada pada niat dan ketakwaan..kebinasaan amal ada pada putus asa ada pada ujub (bangga,sombong)
- jangan pernah rugikan orang lain; jangan ngegosip,ngambil hak orang lain,nyela orang,dll.
- waspadai dosa yang ga berhenti berbuah; a.k.a dosa jariyah..contoh kehidupan sehari-harinya nih yah..ada orang tua yg membelikan anaknya tv berlangganan..tentu saja mahal..kemudian dengan anak2nya menikmati tayangan yang dilarang Allah..ketika meninggal,anak-anaknya membuka film yang bertentangan dengan agama..bukankah seharusnya orang tua membeli hiburan yang justru mengajak keluarga untuk beribadah dan takut pd Allah..

Yeahh..alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..bersyukur banged deh aa ngasi buku ini..moga uraian singkat ala nda ini bermanfaat buat yang ngebaca n ngenulis :) aamiin yaa Rabb..


Judul Buku : Manajemen Umur : Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia
Penulis : Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim
Penerbit : Pustaka At-Tazkia.
Buku ini terdiri dari tiga bab dan 237 halaman



Jumat, 21 Juni 2013

Jilbab bukan sekedar trend




Bismillahirahmanirahim..

Udah enggak aneh kita jumpai muslimah yang berjilbab di negara muslim terbesar di dunia ini. Beragam macam dan jenis jilbab dikenakan oleh mereka, dari yang hanya berjilbab ala kadarnya dengan poni masih terlihat dan tanpa menutupi dada sampai jilbab syari yang menutup penuh aurat mereka. Semua dilakukan oleh muslimah sebagai wujud taqwa atas perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sayangnya jilbab sudah menuai perubahan makna, yang tadinya jilbab adalah pakaian longgar yang menutup seluruh aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali yang biasa tampak, menjadi hanya sebuah krudung ketat yang menempel erat di leher.

Jilbab juga yang tadinya simbol keimanan dan ketakwaan menjadi sebuah trend fashion yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kebiasaan masyarakat yang termakan jaman menjadikan mereka gandrung trend fashion yang lagi “hits” saat ini, tak peduli lagi dengan fungsi jilbab itu sendiri. Tidak usah heran apabila kita temukan di sebuah artikel majalah fashion remaja wanita yang mengulas bagaimana jilbab juga bisa tetap mengikuti trend fashion saat ini dengan aksesoris juga jenis baju/celana yang jauh dari busana muslimah (jilbab) ideal yang sesungguhnya.

Walaupun sering dipaksakan namun pada kenyataanya para wanita muslimah di masyarakat kita banyak yang mengikuti trend tersebut. Entah karena takut ketinggalan jaman atau sekedar hanya ikut-ikutan karena kurangnya pemahaman yang menyeluruh akan artinya jilbab di dalam agama kita.

Arti memakai jilbab bagi beberapa muslimah juga dapat berarti sebuah usaha untuk mencapai sebuah kesalehan instan. Bagi wanita yang mampu memakai jilbab berarti dia sudah layak digelari sebagai seorang muslimah yang sholehah. Kita sudah terlalu sering menyaksikan secara gamblang para wanita yang mengaku berjilbab padahal dia hanya berkerudung dengan memakai pakaian ketat yang masih berkhalwat dengan bukan muhrimnya di tempat-tempat hiburan seperti mall, café dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak menghiraukan bahwa kesalahpahaman makna jilbab pada masyarakat bisa berakibat buruk pada muslimah yang benar-benar ingin menjaga Iffah nya. Gara-gara wanita mereka, muslimah yang berharap Kaffah dalam islam terkena efek dari penyamarataan bahwa semua muslimah seperti itu.

Jilbab adalah contoh kesempurnaan agama Islam. Ada begitu banyak faedah mengapa wanita harus mengenakan jilbab. Sudah seharusnya bagi muslimah yang alhamdulillah sudah memutuskan menggunakan jilbab juga untuk segera menata hatinya agar menjadi seseorang wanita muslimah yang hatinya mencerminkan dengan jilbab yang telah ia kenakan. Semoga kita mampu menjadi wanita yang tidak hanya berpenampilan sholehah tetapi juga menjadi wanita yang berhati sholehah.

Wallahu’alam bi Shawwab.