Tampilkan postingan dengan label hijab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijab. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Pertunangan : Belum apa-apa, sudah gimana-gimana

Seminggu belakangan ini marak pemberitaan tentang gagalnya pertunangan seorang artis terkenal dengan seorang (yang boleh dibilang) seorang pengusaha. tentu para pembaca sudah mengetahui kasus yang sudah menjadi buah bibir publik Indonesia ini. kali ini saya ingin membahas tentang hikmah yang dapat kita ambil dari kasus tersebut.

Pertunangan telah dikenal sebagai masa peralihan antara lamaran dan penikahan. Biasanya dalam pertunangan terdapat tradisi saling memberikan hadiah. Pertunangan berbeda dengan khitbah. Pertunangan tidak memiliki dasar hukum khusus seperti halnya lamaran atau akad pernikahan. Karena tak memiliki dasar khusus, maka tidak boleh seseorang menjadikan pertunangan ini sebagai ikatan. Karena ikatan itu hanya berlaku dengan akad pernikahan, dan itu hukum baku yang tak dapat diubah. mengganti syariat akad dengan pertunangan. Di level tersebut, maka pertunangan bisa menjadi bid’ah yang diharamkan. Kenapa bid’ah? Karena definisi bid’ah yaitu: Sebuah metode atau cara dalam urusan agama yang sengaja dibuat-buat, menyerupai bentuk syariat (ibadah) yang sudah ada, dengan tujuan pelaksanaan menambah ibadah, atau memiliki tujuan seperti tujuan syariat. Sementara perbuatan bid’ah itu haram dalam Islam:


مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Artinya : 
Barangsiapa yang membuat (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kita ini, yang bukan darinya (Al-Qur’an dan Hadits) maka dia adalah tertolak.
(HR.Bukhari dan Muslim).
 
Pada kebiasaan pertunangan yang ada di masa modern ini –beda dengan perjodohan di masa lampau– banyak orang beranggapan bahwa pertunangan itu sudah menjadi “semi pernikahan”, di mana karena sudah bertunangan maka kedua calon pasangan itu boleh bepergian berdua ke mana-mana tanpa disertai oleh mahram-nya, berduaan, berpacaran, saling berpegangan, menjalin keakraban sedemikian rupa, dan lain sebagainya. Hal itu jelas berlawanan dengan aturan dalam Islam. 

Ada beberapa hal penting yang perlu dicamkan oleh para muslimah terhadap perkara perunangan: 
  • karena pertunangan telah dianggap sebagai semi-pernikahan oleh publik, maka aktifitas yang berhubungan dengan melibatkan kegiatan berpasangan pun dianggap sah-sah saja seperti berpegangan dan bentuk-bentuk keakraban lainnya. tentu hal ini merugikan para wanita. hayo, apa kamu rela dipegang-pegang oleh lelaki yang jelas-jelas belum menikahi kamu? ingatlah wahai ukhtifillah, azab Allah itu teramat pedih.
  • Muslimah itu mahal. bukan karena ia cantik wajahnya, melainkan karena akhlaknya. jangan pernah berikan kesempatan pada lelaki untuk "memurahkan" kamu. Kita muslimah tidak akan pernah tahu siapa lelaki terbaik yang kelak telah Allah pilihkan untuk kita.
Intinya adalah pada tulisan kali ini saya berpesan kepada para pembaca bahwa, pikirkanlah yang terbaik untuk dirimu dan akhiratmu :)

Wassalam

Rabu, 03 Juli 2013

Tabarruj


Pagi ini pandanyonyo akan sharing tentang #tabarruj di timeline twitter-nya pandanyonyo +Pandanyonyo pandanyonyo :D pantengin yah sobat :D

#tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak)
#tabarruj : berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, leher, dada, dan anggota tubuh lainya dan jewelry

#tabarruj menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki (imam asy-syaukani)

bukankah Allah telah berfirman dalam QS Al-Ahzaab ayat 33:


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ 
الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا 

Artinya:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” #tabarruj

#tabarruj sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian merupakan kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu..naudzubilah


Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebab terjadinya keburukan bagi para wanita..dan #tabarruj merupakan salah satu penyebab terjadinya keburukan bagi para wanita..

ayo muslimah sholeha, makin dijaga yah dirinya :) karena kita begitu berharga :D say no to #tabarruj

sumber : Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di, tema : #tabarruj
image : http://darkened-eyes.blogspot.com/2013/06/what-is-tabarruj_2.html

Jumat, 21 Juni 2013

Jilbab bukan sekedar trend




Bismillahirahmanirahim..

Udah enggak aneh kita jumpai muslimah yang berjilbab di negara muslim terbesar di dunia ini. Beragam macam dan jenis jilbab dikenakan oleh mereka, dari yang hanya berjilbab ala kadarnya dengan poni masih terlihat dan tanpa menutupi dada sampai jilbab syari yang menutup penuh aurat mereka. Semua dilakukan oleh muslimah sebagai wujud taqwa atas perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sayangnya jilbab sudah menuai perubahan makna, yang tadinya jilbab adalah pakaian longgar yang menutup seluruh aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali yang biasa tampak, menjadi hanya sebuah krudung ketat yang menempel erat di leher.

Jilbab juga yang tadinya simbol keimanan dan ketakwaan menjadi sebuah trend fashion yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kebiasaan masyarakat yang termakan jaman menjadikan mereka gandrung trend fashion yang lagi “hits” saat ini, tak peduli lagi dengan fungsi jilbab itu sendiri. Tidak usah heran apabila kita temukan di sebuah artikel majalah fashion remaja wanita yang mengulas bagaimana jilbab juga bisa tetap mengikuti trend fashion saat ini dengan aksesoris juga jenis baju/celana yang jauh dari busana muslimah (jilbab) ideal yang sesungguhnya.

Walaupun sering dipaksakan namun pada kenyataanya para wanita muslimah di masyarakat kita banyak yang mengikuti trend tersebut. Entah karena takut ketinggalan jaman atau sekedar hanya ikut-ikutan karena kurangnya pemahaman yang menyeluruh akan artinya jilbab di dalam agama kita.

Arti memakai jilbab bagi beberapa muslimah juga dapat berarti sebuah usaha untuk mencapai sebuah kesalehan instan. Bagi wanita yang mampu memakai jilbab berarti dia sudah layak digelari sebagai seorang muslimah yang sholehah. Kita sudah terlalu sering menyaksikan secara gamblang para wanita yang mengaku berjilbab padahal dia hanya berkerudung dengan memakai pakaian ketat yang masih berkhalwat dengan bukan muhrimnya di tempat-tempat hiburan seperti mall, café dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak menghiraukan bahwa kesalahpahaman makna jilbab pada masyarakat bisa berakibat buruk pada muslimah yang benar-benar ingin menjaga Iffah nya. Gara-gara wanita mereka, muslimah yang berharap Kaffah dalam islam terkena efek dari penyamarataan bahwa semua muslimah seperti itu.

Jilbab adalah contoh kesempurnaan agama Islam. Ada begitu banyak faedah mengapa wanita harus mengenakan jilbab. Sudah seharusnya bagi muslimah yang alhamdulillah sudah memutuskan menggunakan jilbab juga untuk segera menata hatinya agar menjadi seseorang wanita muslimah yang hatinya mencerminkan dengan jilbab yang telah ia kenakan. Semoga kita mampu menjadi wanita yang tidak hanya berpenampilan sholehah tetapi juga menjadi wanita yang berhati sholehah.

Wallahu’alam bi Shawwab.