Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2013

Manajemen Umur Muslim Hebat

Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah..finally selese juga baca buku Manajemen Umur..barakallahu..buat posting kali ini nda bakalan ngebahas secara ringkas isi buku tersebut..buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca. Kutipan riwayat hadits-hadits yang mendukung, juga cukup jelas. Intinya lagi, buku ini memberikan perspektif baru tentang umur produktif dan persoalan yang berkaitan di dalamnya.


Bab Pertama buku ini membahas tentang urgensi dan pengertian umur panjang. Bab Kedua membahas tentang amal yang dapat memperpanjang umur. Bab Ketiga membahas kiat-kiat menjaga umur agar senantiasa produktif.

Sebagai seorang muslim,kita harus punya orientasi,tujuan hidup hanya untuk beribadah pada Allah,meningkatkan kualitas diri dengan amal shalih, supaya dapet rahmat Allah dan final goal nya ya masuk surga donk :D aamiin yaa Rabb..nah,umur rata2 manusia jaman sekarang tuh hanya 60-70 tahun..dengan 20-25 tahun masa produktif..sepertiga dari umur manusia digunakan untuk tidur (dengan asumsi tidur 8 jam di setiap harinya),2/3 lainnya digunakan untuk melakukan hal-hal mubah (berpahala engga,berdosa juga engga; seperti makan,minum,tidur,jalan2,mempelajari disiplin ilmu umum, menghibur diri,dll). See..perkara mubah dan tidur bener-bener menghabiskan umur kita..nah kita harus meniatkan amalan mubah tadi untuk meningkatkan ketakwaan dan ngehindarin diri dari kemaksiatan..so,kita bakalan pahala :D nah!bonus banged kan itu!

Well..sebanyak apapun amal yg kita lakuin,jatah umur ci tetep segitu ajah..wallahualam sepanjang or sependek apapun jatah umur yang telah tertulis untuk kita,kita harus pandai dalam me-manage umur kita..tujuannya tentu saja agar umur kita menjadi barokah..ada empat hal secara garis besar cara mencapai hal tersebut:
- Akhlak mulia
- Melakukan amalan dengan pahala ganda (banyaak bgd contoh amalan ganda; contoh paling gampang adalah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali,itu sama dengan menamatkan Al-Qur’an)
- Melakukan amalan jariyah
- Memanfaatkan waktu

Supaya pemanfaatan waktunya makin berasa,makin produktif; maka ada empat hal juga diantaranya yang bisa kita lakuin..insya Allah,it’s so easy to do :D
- jangan ngelakuin dosa yang menghapus kebaikan 
- jangan bangga n ketipu sama banyaknya amalan; inget,keselamatan amal ada pada niat dan ketakwaan..kebinasaan amal ada pada putus asa ada pada ujub (bangga,sombong)
- jangan pernah rugikan orang lain; jangan ngegosip,ngambil hak orang lain,nyela orang,dll.
- waspadai dosa yang ga berhenti berbuah; a.k.a dosa jariyah..contoh kehidupan sehari-harinya nih yah..ada orang tua yg membelikan anaknya tv berlangganan..tentu saja mahal..kemudian dengan anak2nya menikmati tayangan yang dilarang Allah..ketika meninggal,anak-anaknya membuka film yang bertentangan dengan agama..bukankah seharusnya orang tua membeli hiburan yang justru mengajak keluarga untuk beribadah dan takut pd Allah..

Yeahh..alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..bersyukur banged deh aa ngasi buku ini..moga uraian singkat ala nda ini bermanfaat buat yang ngebaca n ngenulis :) aamiin yaa Rabb..


Judul Buku : Manajemen Umur : Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia
Penulis : Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim
Penerbit : Pustaka At-Tazkia.
Buku ini terdiri dari tiga bab dan 237 halaman



Kamis, 20 Juni 2013

Tatsabbut dan Tsabaat

Bismillah.

AllahuAkbar, Allah Maha Besar, Allah adalah sumber dari segala ilmu yang ada di bumi ini dan hanya atas kehendaknya lah kita bisa menikmati manisnya ilmu dari Sang Pencipta. Segala puji juga saya berikan kepada baginda Muhammad S.A.W, penyempurna agama yang Alhamdulillah hingga saat ini masih saya pegang teguh.

Di sore yang dingin ini, saya masih duduk dengan anggun di meja kerja saya. Di saat teman-teman kantor sudah melakukan perjalanan pulang ke rumahnya masing-masing, saya masih berkuatat dengan pemikiran saya yang tidak henti-hentinya menuntut diri saya sendiri untuk melakukan banyak perbaikan dan perkembangan. Saya benar-benar jatuh cinta dengan kegiatan mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun dunia akhirat. Seakan-akan ilmu adalah kesenangan yang tidak ada habisnya. Walau demikian, saya tetap mengharapkan bahwa prioritas ilmu yang saya serap adalah ilmu syar'i atau ilmu agama.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang satu saja adab yang harus dipenuhi oleh siapa saja para pemburu ilmu. Sebuah adab yang selama ini saya jarang sekali perhatikan sehingga saya menyadari bahwa kegiatan belajar saya selama ini sangatlah jauh dari kata maksimal. Sering kita sadari atau tidak bahwa dalam menimba ilmu, kita dihinggapi oleh sikap mudah percaya terhadap ilmu yang kita dapat. Dengan mudahnya segala hal yang kita anggap bermanfaat langsung saja kita serap tanpa mempertanyakan kebenaranya terlebih dahulu. Ini merupakan hal yang perlu kita hindari karena tidak semua yang kita anggap benar bisa bermanfaat bagi kita. Sudah semestinya para pemburu ilmu harus menghadirkan sikap skeptis.

Yang kedua adalah seringkali, contohnya saya, tidak sabar dalam mempelajari sebuah ilmu / kitab. Baru saja dibaca 5-10 halaman, langsung berganti mempelajari ilmu / kitab lain dengan alasan sudah bosan atau tertarik dengan ilmu/kitab yang baru. Ini merupakan sebuah kesalahan yang dianggap sepele namun bisa mempengaruhi kesuksesan kita dalam mencari ilmu.

Untuk itu dari berbagai sumber yang saya dapatkan, ada dua solusi terhadap dua masalah yang telah saya paparkan diatas. Sesuai dengan judul entri ini, dua hal tersebut adalah Tatsabbut dan Tsabaat. Saya pada awalnya sangat asing dengan kedua istilah ini. Namun, setelah menemukan pemahaman keduanya, saya gembira karena ada faedah yang menjadi solusi dari permasalahan saya dalam proses mencari ilmu.

Pertama Tatsabbut, yang berarti meneliti kebenaran berita. Dalam keilmuan hadits, hal ini sangat penting untuk mencari kebenaran sebuah hadits ditinjau dari riwayatnya, sifatny dan keutamaanya. Saya rasa masih banyak hadits-hadits palsu yang saat ini dianggap shaih oleh sebagian orang. Hendaknya bagi para pemburu ilmu, sifat ini harus selalu ditanamkan dalam benak pikiranya. Karena untuk mencari kebenaran, diperlukan ikhtiar terbaik.

Kedua, Tsabat, yang bearti sabar. Sabar disini adalah kita harus mampu menahan diri kita untuk tetap fokus mempelajari sebuah kitab/ilmu hingga selesai. Untuk yang satu ini, saya termasuk yang paling tidak bisa melakuakanya, karena baru sedikit-sedikit sudah bosan mempelajari ilmu dan tidak sabaran ingin mempelajari semua ilmu. Tentu ini adalah sikap yang salah, karena ketika kita memiliki kesungguhan untuk menuntut sebuah ilmu, maka kita harus menyelesaikanya hingga tuntas. Untuk itu kita dituntut untuk menahan diri, bersabar terhadap setiap ilmu yang kita hadapi.

Mudah-mudahan Allah menghendaki kita sebagai insan yang cerdas dengan mematuhi adab-adab dalam menuntut ilmu, sehingga derajat kita dinaikan oleh Allah dan kita diizinkan dapat melihat WajahNya kelak di akhirat nanti. Amin ya Allah :)



Minggu, 16 Juni 2013

Ciri - ciri amalan yang diterima Allah

Melakukan ibadah merupakan hal yang teramat mudah..kita dapat memperbanyak ibadah kita, namun kita (terkadang) tidak menyadari apakah amalan kita tadi telah diterima Allah ataukah hanya untuk melepaskan kewajiban..apalah arti ibadah yang banyak namun ga diterima di sisi Allah *JLEB

Ada empat indikator bahwa amalan yang kita tunaikan diterima oleh Allah, yaitu:
1. Allah jadikan amalannya lebih baik dari sebelumnya dan dirinya lebih baik dari sebelumnya

2. Akan semakin giat beribadah dan muncul rasa takut di dalam hatinya sehingga muncullah keinginan untuk meng-upgrade ibadahnya..
Ini dapat kita lihat di surat Al-Mu'minun ayat 60, yang berbunyi:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

Artinya : Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.

Maksudnya: karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan, dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima Tuhan.

3. Ketika ia meminta sesuatu yang berhubungan dengan akhiratnya maka akan langsung dikabulkan oleh Allah; walaupun permintaan dunianya tidak dikabulkan Allah.

4. Allah jadikan ia tuk selalu istiqomah hingga akhir hayatnya, seperti firman Allah pada surat Fushshilat ayat 30:

إِنَّالَّذِينَقَالُوارَبُّنَااللَّهُثُمَّاسْتَقَامُواتَتَنَزَّلُعَلَيْهِمُالْمَلَائِكَةُأَلَّاتَخَافُواوَلَاتَحْزَنُواوَأَبْشِرُوابِالْجَنَّةِالَّتِيكُنتُمْتُوعَدُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".


Rabbana Taqabbal Minna..

Yaa Allah terimalah amalan yang kami kerjakan..aamin ya rabb..


NB: pengajian ini dirangkum dari pemaparan Ustad Umar Mitha pada pengajian pagi ummahat di Mesjid Ramadhan Bekasi pada hari Jum'at 24 Mei 2013.