Tampilkan postingan dengan label ahzab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahzab. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

3 Gaya Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga


Ada tiga gaya, penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian. Di antara penampilan yang diancam seperti itu adalah gaya wanita yang berpakaian namun telanjang. Yang kita saksikan saat ini, banyak wanita berjilbab atau berkerudung masih berpenampilan ketat dan seksi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Artinya:
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” 
[HR. Muslim no. 2128]

Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan,

وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ

Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?

Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.

(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.

3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.

(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat

Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:

1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.

3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.

(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).

Mode Wanita Saat Ini …

Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:

1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.

2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.

3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.

4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).

5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.

Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.

Sumber:
3 Gaya Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga http://rumaysho.com/belajar-islam/muslimah/4401-3-gaya-wanita-yang-tidak-mencium-bau-surga.html

Rabu, 03 Juli 2013

Tabarruj


Pagi ini pandanyonyo akan sharing tentang #tabarruj di timeline twitter-nya pandanyonyo +Pandanyonyo pandanyonyo :D pantengin yah sobat :D

#tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak)
#tabarruj : berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, leher, dada, dan anggota tubuh lainya dan jewelry

#tabarruj menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki (imam asy-syaukani)

bukankah Allah telah berfirman dalam QS Al-Ahzaab ayat 33:


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ 
الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا 

Artinya:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” #tabarruj

#tabarruj sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian merupakan kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu..naudzubilah


Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebab terjadinya keburukan bagi para wanita..dan #tabarruj merupakan salah satu penyebab terjadinya keburukan bagi para wanita..

ayo muslimah sholeha, makin dijaga yah dirinya :) karena kita begitu berharga :D say no to #tabarruj

sumber : Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di, tema : #tabarruj
image : http://darkened-eyes.blogspot.com/2013/06/what-is-tabarruj_2.html

Jumat, 21 Juni 2013

Jilbab bukan sekedar trend




Bismillahirahmanirahim..

Udah enggak aneh kita jumpai muslimah yang berjilbab di negara muslim terbesar di dunia ini. Beragam macam dan jenis jilbab dikenakan oleh mereka, dari yang hanya berjilbab ala kadarnya dengan poni masih terlihat dan tanpa menutupi dada sampai jilbab syari yang menutup penuh aurat mereka. Semua dilakukan oleh muslimah sebagai wujud taqwa atas perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sayangnya jilbab sudah menuai perubahan makna, yang tadinya jilbab adalah pakaian longgar yang menutup seluruh aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali yang biasa tampak, menjadi hanya sebuah krudung ketat yang menempel erat di leher.

Jilbab juga yang tadinya simbol keimanan dan ketakwaan menjadi sebuah trend fashion yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kebiasaan masyarakat yang termakan jaman menjadikan mereka gandrung trend fashion yang lagi “hits” saat ini, tak peduli lagi dengan fungsi jilbab itu sendiri. Tidak usah heran apabila kita temukan di sebuah artikel majalah fashion remaja wanita yang mengulas bagaimana jilbab juga bisa tetap mengikuti trend fashion saat ini dengan aksesoris juga jenis baju/celana yang jauh dari busana muslimah (jilbab) ideal yang sesungguhnya.

Walaupun sering dipaksakan namun pada kenyataanya para wanita muslimah di masyarakat kita banyak yang mengikuti trend tersebut. Entah karena takut ketinggalan jaman atau sekedar hanya ikut-ikutan karena kurangnya pemahaman yang menyeluruh akan artinya jilbab di dalam agama kita.

Arti memakai jilbab bagi beberapa muslimah juga dapat berarti sebuah usaha untuk mencapai sebuah kesalehan instan. Bagi wanita yang mampu memakai jilbab berarti dia sudah layak digelari sebagai seorang muslimah yang sholehah. Kita sudah terlalu sering menyaksikan secara gamblang para wanita yang mengaku berjilbab padahal dia hanya berkerudung dengan memakai pakaian ketat yang masih berkhalwat dengan bukan muhrimnya di tempat-tempat hiburan seperti mall, café dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak menghiraukan bahwa kesalahpahaman makna jilbab pada masyarakat bisa berakibat buruk pada muslimah yang benar-benar ingin menjaga Iffah nya. Gara-gara wanita mereka, muslimah yang berharap Kaffah dalam islam terkena efek dari penyamarataan bahwa semua muslimah seperti itu.

Jilbab adalah contoh kesempurnaan agama Islam. Ada begitu banyak faedah mengapa wanita harus mengenakan jilbab. Sudah seharusnya bagi muslimah yang alhamdulillah sudah memutuskan menggunakan jilbab juga untuk segera menata hatinya agar menjadi seseorang wanita muslimah yang hatinya mencerminkan dengan jilbab yang telah ia kenakan. Semoga kita mampu menjadi wanita yang tidak hanya berpenampilan sholehah tetapi juga menjadi wanita yang berhati sholehah.

Wallahu’alam bi Shawwab.