Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2013

Hadist tentang Manajemen Sedekah


Manajemen Sedekah..mungkin beberapa pembaca ada yang bertanya-tanya tentang, ada apa dengan sedekah?kenapa sedekah harus di-manage?tenang..anda tidak sendirian..saya pun juga bertanya-tanya dalam hati saya tentang makna apa yang terkandung dalam manajemen sedekah..

Marilah kita bersama-sama membuka kitab Bulughul Maram pada Bab Shadaqah Tathauwu'..sedekah yang sunat, bukan wajib

1. Hadist No.650
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اَللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ.... ) فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ وَفِيهِ: ( وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya:


Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tujuh macam orang yang akan dilindungi Allah pada hari yang tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya - kemudian ia menyebutkan hadits dan didalamnya disebutkan - orang yang bersedekah dengan sedekah yang ia tutupi sehingga tangannya yang kiri tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya."
[Muttafaq Alaihi]

2. Hadist No.653

وَعَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْيَدُ اَلْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اَلْيَدِ اَلسُّفْلَى, وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ, وَخَيْرُ اَلصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى, وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اَللَّهُ, وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اَللَّهُ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

Artinya: 


Dari Hakim Ibnu Hazm Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima); dan mulailah dari orang-orang yang banyak tanggungannya; dan sebaik-baik sedekah ialah yang diambil dari sisa kebutuhan sendiri, barangsiapa menjaga kehormatannya Allah akan menjaganya dan barangsiapa merasa cukup Allah akan mencukupkan kebutuhannya."
[Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.]

3. Hadist No.655
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( " تَصَدَّقُوا " فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, عِنْدِي دِينَارٌ? قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: " أَنْتَ أَبْصَرُ ". ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Artinya:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bersedekahlah." Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Beliau bersabda: "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu berkata: Aku mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: "Kamu lebih mengetahui penggunaannya."
[Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim]

to be continued...




Kamis, 27 Juni 2013

Visi Ibu Hebat : Mendidik Anak di Bulan Ramadhan


When you educate a woman, you educate a generation.
(ketika kamu mendidik seorang wanita, kamu telah mendidik sebuah generasi)

Al-ummu madrasatul ulaa.

(ibu adalah sekolah pertama (bagi anak-anaknya))

Seorang ibu merupakan orang yang terdekat dengan anak-anaknya. Pendidikan, pola pikir, wawasan serta tentu keimanan seorang ibu berpengaruh besar terhadap perkembangan pola pikir dan tumbuh kembang anaknya kelak.Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya seperti mengajarkan anak tentang kebersihan dan ketauhidan sejak dini. Mendidik anak merupakan perkara yang luas karena anak merupakan generasi penerus yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan. Mendidik anak merupakan kewajiban bagi setiap orang tua, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:

يايُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ اْلحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya : 
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[QS. At-Tahrim : 6] 

Ada banyak motivasi syariat agar orang tua memiliki anak yang sholeh, seperti yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah SAW:


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya :
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yang sholeh.
[HR. Muslim no. 1631]

Anak sholeh akan senantiasa mendoakan orang tuanya bahkan ketika orang tuanya telah meninggal. Anak sholeh merupakan hasil usaha didikan dari ayah dan ibunya sehingga seluruh amal sholeh yang dilakukan oleh sang anak akan mengalir pada ayah ibunya..subhanallah..

Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan momentum tepat untuk melatih dan mengajarkan anak-anak beribadah, seperti sholat dan puasa. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
Artinya:
Perintahkanlah anak-anak kalian utk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, & apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah mereka apabila tak melaksanakannya, & pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya.
[HR. Abu Daud no. 495]

Dalam khazanah fiqih Islam kita dapatkan bahwa mayoritas ulama memandang pentingnya pemberlakuan puasa bagi anak yang belum baligh meski tidak berstatus wajib, bahkan sebagian mereka seperti Ibnu Sirin, az-Zuhri, as-Syafii memandang sunnah dalam pembelajaran tersebut dengan catatan hal tersebut mampu dilakukannya secara normal, bahkan Ibnu Majisyun al-Maliki memandang agak berbeda dari para ulama maliki yang lain bahwa anak yang telah mampu berpuasa maka puasa baginya adalah keharusan dan jika meninggalkannya tanpa udzur maka harus membayarnya ( qadha). (lihat Fathul Bari; Ibnu Hajar al-Asqalani: 5/103). Sampaikanlah kebanggaan kita dan berilah hadiah ketika anak mampu melaksanakan puasa. Ajarilah anak tentang bersabar dalam berpuasa, akan mendapatkan pahala besar dan katakan bahwa ada pintu surga Ar-Rayyan yang disediakan Allah untuk orang-orang yang berpuasa. 

Prioritaskanlah momentum Ramadhan ini sebagai waktu yang tepat untuk semakin menumbuhkan kecintaan anak terhadap ibadah sholat, puasa dan baca Al-Qur'an. Penuhi hati anak dengan nilai-nilai ketauhidan dan Al-Quran sehingga tidak ada lagi ruang di hati mereka untuk kemaksiatan. 

Sumber: 

Pedoman Orang Tua Tentang Puasa Bagi Anak-Anak http://www.dakwatuna.com/2010/08/18/7099/pedoman-orang-tua-tentang-puasa-bagi-anak-anak/#ixzz2XNiNNwsB 
Mendidik Anak Di Bulan Ramadhan 
http://www.youtube.com/watch?v=amOgLep4hOs

Rabu, 26 Juni 2013

Manajemen Umur Muslim Hebat

Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah..finally selese juga baca buku Manajemen Umur..barakallahu..buat posting kali ini nda bakalan ngebahas secara ringkas isi buku tersebut..buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca. Kutipan riwayat hadits-hadits yang mendukung, juga cukup jelas. Intinya lagi, buku ini memberikan perspektif baru tentang umur produktif dan persoalan yang berkaitan di dalamnya.


Bab Pertama buku ini membahas tentang urgensi dan pengertian umur panjang. Bab Kedua membahas tentang amal yang dapat memperpanjang umur. Bab Ketiga membahas kiat-kiat menjaga umur agar senantiasa produktif.

Sebagai seorang muslim,kita harus punya orientasi,tujuan hidup hanya untuk beribadah pada Allah,meningkatkan kualitas diri dengan amal shalih, supaya dapet rahmat Allah dan final goal nya ya masuk surga donk :D aamiin yaa Rabb..nah,umur rata2 manusia jaman sekarang tuh hanya 60-70 tahun..dengan 20-25 tahun masa produktif..sepertiga dari umur manusia digunakan untuk tidur (dengan asumsi tidur 8 jam di setiap harinya),2/3 lainnya digunakan untuk melakukan hal-hal mubah (berpahala engga,berdosa juga engga; seperti makan,minum,tidur,jalan2,mempelajari disiplin ilmu umum, menghibur diri,dll). See..perkara mubah dan tidur bener-bener menghabiskan umur kita..nah kita harus meniatkan amalan mubah tadi untuk meningkatkan ketakwaan dan ngehindarin diri dari kemaksiatan..so,kita bakalan pahala :D nah!bonus banged kan itu!

Well..sebanyak apapun amal yg kita lakuin,jatah umur ci tetep segitu ajah..wallahualam sepanjang or sependek apapun jatah umur yang telah tertulis untuk kita,kita harus pandai dalam me-manage umur kita..tujuannya tentu saja agar umur kita menjadi barokah..ada empat hal secara garis besar cara mencapai hal tersebut:
- Akhlak mulia
- Melakukan amalan dengan pahala ganda (banyaak bgd contoh amalan ganda; contoh paling gampang adalah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali,itu sama dengan menamatkan Al-Qur’an)
- Melakukan amalan jariyah
- Memanfaatkan waktu

Supaya pemanfaatan waktunya makin berasa,makin produktif; maka ada empat hal juga diantaranya yang bisa kita lakuin..insya Allah,it’s so easy to do :D
- jangan ngelakuin dosa yang menghapus kebaikan 
- jangan bangga n ketipu sama banyaknya amalan; inget,keselamatan amal ada pada niat dan ketakwaan..kebinasaan amal ada pada putus asa ada pada ujub (bangga,sombong)
- jangan pernah rugikan orang lain; jangan ngegosip,ngambil hak orang lain,nyela orang,dll.
- waspadai dosa yang ga berhenti berbuah; a.k.a dosa jariyah..contoh kehidupan sehari-harinya nih yah..ada orang tua yg membelikan anaknya tv berlangganan..tentu saja mahal..kemudian dengan anak2nya menikmati tayangan yang dilarang Allah..ketika meninggal,anak-anaknya membuka film yang bertentangan dengan agama..bukankah seharusnya orang tua membeli hiburan yang justru mengajak keluarga untuk beribadah dan takut pd Allah..

Yeahh..alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..bersyukur banged deh aa ngasi buku ini..moga uraian singkat ala nda ini bermanfaat buat yang ngebaca n ngenulis :) aamiin yaa Rabb..


Judul Buku : Manajemen Umur : Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia
Penulis : Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim
Penerbit : Pustaka At-Tazkia.
Buku ini terdiri dari tiga bab dan 237 halaman